Kelas Global! FH UNIPMA dan College of Criminology NEUST Philippines Bedah Regulasi Lingkungan dan Ekosistem Digital 

Universitas PGRI Madiun – Program Studi Hukum Fakultas Hukum (FH) Universitas PGRI Madiun (Universitas PGRI Madiun) membawa diskursus hukum internasional langsung ke ruang kelas melalui kuliah tamu perbandingan sistem hukum lintas negara, Rabu (29/10), kemarin. Tak sekadar menghadirkan akademisi asing sebagai simbol kerja sama, forum yang diikuti 35 mahasiswa ini membedah isu-isu krusial yang tengah menjadi sorotan global: mulai dari kerangka pelestarian lingkungan hingga tantangan penegakan hukum pidana di era digital.


Agenda strategis yang diinisiasi bersama Divisi Luar Negeri (DLN) Biro Kerja Sama dan Humas (BKH) Universitas PGRI Madiun ini menegaskan komitmen kampus dalam memperkuat mutu Tridharma Perguruan Tinggi berbasis wawasan global. Melalui kemitraan erat dengan College of Criminology, Nueva Ecija University of Science and Technology (NEUST), Filipina, mahasiswa diajak melihat bagaimana teori hukum tidak berdiri di ruang hampa, melainkan sangat dipengaruhi oleh dinamika sosial dan teknologi suatu negara.


Berdasarkan laporan yang diterima tim humas dari Rida Fahas, M.Pd., bedah materi dibagi ke dalam dua fokus utama yang sarat akan diskursus analitis. Pada sesi pertama, Pershalyn M. Amerol membedah regulasi lingkungan di Filipina lewat materi “Environmental Laws: Philippine Legal Framework, Core Principles, and Environmental Protection in Practice”. Diskusi ini menguliti bagaimana prinsip dasar hukum lingkungan ditegakkan, memberi oase pemikiran bagi mahasiswa untuk membandingkan efektivitas instrumen hukum ekologis antara Indonesia dan Filipina. 


Dilanjutkan pada sesi kedua, Floralyn Laconsay D. mengusung topik “Criminal Laws in Philippine Setting and The Digital Legal Ecosystem”. Sesi ini memantik daya kritis peserta tatkala hukum pidana konvensional harus berkejaran dengan modus kriminalitas baru yang lahir dari pesatnya ekosistem digital modern. 


Alih-alih hanya mendengarkan ceramah satu arah, forum ini dirancang dinamis dengan ruang tanya jawab interaktif. Mahasiswa didorong untuk membedah celah perbedaan pendekatan hukum dan menguji kepekaan analitis mereka terhadap problem penegakan hukum lintas yurisdiksi.


Langkah progresif FH Universitas PGRI Madiun ini diharapkan menjadi katalisator dalam mencetak lulusan hukum yang tidak hanya jago kandang, tetapi juga adaptif, berpikiran kritis, dan siap mengarungi kompleksitas profesi hukum di era globalisasi tanpa batas. Kolaborasi berkelanjutan dengan NEUST Filipina pun diproyeksikan terus melahirkan terobosan akademik yang berdampak nyata bagi pengembangan kualitas pendidikan tinggi.